Filed under: 1
1.924 Anak Marginal Jabodetabek & 500 Anak Pengungsian Merapi
NUTRISI UNTUK SAHABATKU (NUS) adalah program tematik Sahabat Anak yang digulirkan sepanjang tahun 2010. Diluncurkan bertepatan Hari Gizi Nasional 25 Januari 2010, program ini mengkampanyekan pentingnya nutrisi bagi anak-anak Indonesia, termasuk anak marginal (anak jalanan, kaum pemulung, keluarga prasejahtera, komunitas miskin, urban, dll) yang menjadi bidang layanan Sahabat Anak.
Program ini menyentuh salah satu butir dari 10 Hak Anak yang dideklarasikan oleh Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 1989, yakni Hak Mendapatkan Makanan Sehat. Pesan bahwa 1) Nutrisi penting dalam proses tumbuh kembang anak; 2) Setiap anak berhak mendapatkan makanan sehat, termasuk anak marginal; 3) Makanan sehat tak harus mahal – menjadi esensi dari kampanye ini.
Kami sungguh bersyukur atas partisipasi publik dalam program NUS ini, di mana lebih dari enam puluh empat juta rupiah terkumpul; baik secara individu, kelompok, maupun lembaga/perusahaan. Lalu ditambah tiga puluh lima juta rupiah alokasi dari surplus kepanitiaan Jambore Sahabat Anak yang merupakan puncak kampanye program ini dengan tema Makanan Sehat bagi Sahabat dan menggemakan jargon “Makanan Sehat Tak Harus Mahal”.
Program NUS ini berhasil didistribusikan ke 1.924 anak marginal di 19 area urban sejabodetabek. Meski tidak mencapai target 3.000 anak namun gaung pentingnya nutrisi yang merupakan hak tiap anak dipastikan tersebar melalui liputan media (cetak, televisi, radio, internet), selebaran, press release, surel (surat elektronik), website, facebook, dan twitter sahabatanak.
Pembagian nutrisi kepada 500 anak korban erupsi Merapi di dua posko pengungsian di Muntilan, menjadi catatan khusus Program NUS di bulan November 2010. Hak anak mendapatkan makanan sehat meski di lokasi pengungsian yang serba minim, menjadi asa utamanya.
| PEMASUKAN (Rp) | PENGELUARAN (Rp) | ||
| 1. Donasi Publik
(individu, kelompok, perusahaan/institusi) |
64.570.890 | 1. Asupan nutrisi untuk 1.924 anak marginal di 19 area jabodetabek
(Rp 50.000/anak)
|
96.200.000 |
| 2. Alokasi surplus kepanitiaan Jambore Sahabat Anak 2010 | 35.000.000 | 2. Bantuan nutrisi ke 500 anak di pengungsian Merapi, Muntilan
|
3.100.000 |
| 3. Transportasi untuk operasional Tim NUS | 298.000 | ||
|
TOTAL |
99.570.890 |
TOTAL |
99.598.000 |
|
Saldo (-) 27.110 |
|||
Akhir kata, terima kasih untuk partisipasi seluruh Tim NUS Sahabat Anak, Humas Sahabat Anak, para voluntir pengajar/pengurus Lokal dan Mitra Sahabat Anak, para donatur, rekan media, serta semua pihak yang telah membantu mensukseskan program ini.
Untuk Indonesia yang lebih baik.
- Simsim-
Koordinator Tim NUS 2010
Filed under: 1
Ruri & Rahmat, diiringi tepukan tangan dan lagu Selamat Ulang Tahun, meniup lilin yang tertancap di cake tipis yang dipegang oleh Kak Icha. Belum padam semua batang lilin, Ruri terduduk dan menangis. Kakak-kakak sempat bingung, mengira ada yang sakit dengan diri bocah usia 10 tahun itu. Sambil sesunggukan, Ruri mengaku ia tersentuh, baru kali ini ulang tahunnya dirayakan dengan lilin, kue, dan lagu yang dinyanyikan oleh teman-temannya.
Momen mengharukan itu, tidak berlangsung lama. Ruri kembali larut dalam kegembiraan kala teman-temannya berbaris menyalami. Tas plastik biru, hadiah yang disiapkan Kak Icha, menyunggingkan senyum mungilnya.
Sore di hari Minggu (15/12/2010) itu, adalah giliran adik-adik Bimbel (bimbingan belajar) Jatiasih mendapatkan program Nutrisi dari Sahabat Anak. Penyaluran donasi publik seharga Rp 50.000 telah memastikan 1 anak di kawasan pemulung itu mendapatkan asupan bergizi selama 3 bulan.
Meski duduk di terpal dan kardus tipis, sekitar 40 anak tampak semangat belajar. Meski dikelilingi gerobak dan tumpukan rongsokan hasil pulungan komunitas di sana, keteduhan dari pohon besar yang memayungi serta semilir angin mampu menghadirkan sedikit kenyamanan untuk menangkap pelajaran yang diberikan.
“Jangan lupa tugas yang diberikan kakak, dikerjakan di rumah ya…” tegas Icha, PJ (penanggung jawab) dari Bimbel Jatiasih. Setelah jam belajar, adik-adik yang hampir seluruhnya mengikuti Jambore Sahabat Anak 2010 itu, diingatkan kembali akan pentingnya makanan sehat.
Menu makan siang berupa nasi, sayur, ayam goreng, dan kerupuk pun dibagikan. Menyusul buah semangka segar yang telah dipotong-potong, lalu susu botol cair. Kak Wawan (salah satu pengajar) pun membagikan wafer coklat yang dibelinya secara pribadi. Di awal, sempat dua donatur budiman yang mengetahui acara ini dari twitter sahabatanak, datang dan membagikan penganan.
Keriangan tak tersembunyikan dari wajah adik-adik sore itu. Demikian juga kami, kakak-kakak yang hadir, turut merasakan sukacita mereka. Inilah inti dari program yang digelar Sahabat Anak: menghadirkan sukacita dalam bentuk pemenuhan hak anak, termasuk anak marginal di tanah air.
Filed under: 1
Sabtu, 27 November 2010 giliran adik-adik dari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Senen mendapatkan program NUS (Nutrisi untuk Sahabatku) dari Sahabat Anak. Perlu perjuangan ekstra sore itu karena sejam sebelumnya hujan deras mengguyur Jakarta. Kakak-kakak pengajar sempat panik dan hanya bisa berdoa supaya hujan lekas reda.
Jam 16, hujan mereda, menyisakan rintik-rintik. Tiba di lokasi KBM yang berupa lapangan, tidak bisa digunakan karena tergenang air. Saat melihat kakak-kakak datang, adik-adik yang sudah berkumpul bilang “Kak, tunggu sebentar ya, saya ngojek dulu”.
Olala, hujan membawa rejeki bagi bocah-bocah lincah ini. Sambil menunggu hujan benar-benar reda dan adik-adik yang ngojek, kami bernyanyi dan bermain bersama adik-adik TK dan Kelas 1. Tepat 1 jam setelahnya, hujan berhenti dan semua pun berkumpul.
Sebelum nutrisi dibagikan, adik-adik diingatkan akan “Komitmenku” saat Jambore Sahabat Anak XIV. Ternyata mereka melaksanakan komitmennya itu lho, salah satunya dengan rajin makan sayur-sayuran.
NUS periode pertama ini, dibagikan telur rebus, bubur kacang hijau, dan roti daging. Mereka langsung menyantap bubur kacang hijau dan telur rebus. “Rotinya kok nggak dimakan?” tanya kami. “Buat entar malam, Kak, habis belajar!” jawab mereka spontan. Ada-ada saja J.
Terima kasih kepada Sahabat Anak yang sudah membantu terlaksananya Nutrisi untuk Sahabatku bagi adik-adik binaan KBM Senen.
Oleh Krisanti – Pengajar KBM Senen
Program NUS masih memberikan kesempatan bagi siapapun utk berpartisipasi. Donasi Rp 50.000 berarti 1 anak marginal mendapatkan asupan nutrisi rutin selama 3 bulan. Transfer ke rek. BCA 305-300-5001 dgn berita “Program NUS”.
Filed under: 1
Program NUTRISI UNTUK SAHABATKU (NUS) menjambangi 70 adik yang ada di Rawa Kaso, Desa Jatisari, Cileungsi, Jawa Barat. Sesuai waktu yang telah dijanjikan, yakni Sabtu 6 November 2010 pukul 17 WIB, sekitar 15 adik antusias berkumpul, bahkan sejam sebelumnya. Kak Vina dari Tim NUS Sahabat Anak memimpin games gerakan dalam lingkaran besar. Setelah itu, Kak Vina membukakan pentingnya nutrisi bagi kesehatan dan pertumbuhan adik, terutama sebagai sumber energy bagi aktivitas harian mereka. Buah, sayur, tahu, tempe, telur, susu, berebutan keluar dari mulut-mulut mungil itu saat Kak Vina meminta contoh menu bernutrisi. Setelah itu mereka berbaris mendapatkan sebotol susu cair serta bubur kacang hijau hangat. Lalu, remaja binaan KDM Cileungsi membawa sisa susu dan kacang hijau untuk dibagikan langsung ke rumah adik-adik Cileungsi yang lain. Karakteristik area yang masih didominasi persawahan dan peladangan, membuat pemukiman penduduk terpencar-pencar jauh.
Program NUS masih terbuka untuk partisipasi Anda.
Setiap donasi sebesar Rp 50.000 berarti 1 anak marginal mendapatkan asupan nutrisi rutin selama 3 bulan.
Transfer ke rekening BCA 305-300-5001
Filed under: 1
Suasana kota Bogor pada hari Sabtu, 23 Oktober 2010 seperti biasa diliputi mendung dan sedikit macet. Sesuai julukannya, Bogor memiliki agenda hujan di sore hari; tetapi hal itu tidak membuat adik-adik malas datang dalam acara Nutrisi untuk Sahabatku (NUS) yang kali ini diadakan di Lampu Merah Pangrango Bogor.
Awalnya yang datang adalah adik-adik usia TK dan kelas 1-3 SD serta adik-adik yang sedang istirahat mengamen. Lalu menyusul adik-adik kelas 4 SD – 3 SMP, yang pulang sekolah langsung ke lokasi untuk bergabung.
Dengan penuh semangat dan ceria, mereka mendengarkan Kak Lanny yang mendongeng tentang makanan sehat. Ketika ditanya makanan apa saja yang termasuk makanan sehat, adik-adik berebutan untuk menjawab. “Tempe, tahu, telur, kangkung,” cetus salah satunya.
Ke-38 anak siang itu juga semangat mengikuti permainan yang dipandu Kak Rani, yaitu game menulis huruf dengan kepala. Lalu ada game menjawab berbalasan dengan lagu ‘Sedang Apa’. Begitu banyak jawaban yang mereka nyanyikan berbalasan sehingga setelah cukup lama akhirnya lagu berhenti setelah kelompok laki-laki tidak bisa menjawab. Pemenangnya otomatis kelompok perempuan. Permainan ketiga dipimpin Kak Gita dan Kak Rani yang meminta adik-adik membuat lingkaran dan mengikuti permainan “Domikado”.
Setelah puas bermain, botol-botol susu cair yang dibawa oleh para aktivis Sahabat Anak, dibagikan. Acara diakhiri dengan makan bersama menu sehat yang disiapkan kakak-kakak Bogor.
Terimakasih kakak-kakak Sahabat Anak dan semua pihak yang telah mendukung Nutrisi untuk Sahabatku di Kota Bogor!
Oleh Shinta Kaunang – pengajar Bimbel Bogor.
Anda bisa ikut berpartisipasi dalam program NUS ini dengan mendonasikan Rp 50.000, yang berarti 1 anak marginal mendapatkan asupan nutrisi rutin selama 3 bulan. Transfer ke rekening BCA 305-300-5001 dan ketik berita “Program NUS”.















