Filed under: 1
Cabut Singkong, Tikus Kucing, Ular Naga
TK Mawar II, terletak persis di pinggir kali kawasan pemukiman padat Rawa Indah yang rentan banjir. Kontras dengan bangunan di hadapannya, yakni satu sekolah bertaraf internasional di perbatasan kawasan mewah Kelapa Gading, penduduk Rawa Indah rata-rata adalah kaum urban yang mencoba peruntungan di metropolitan Jakarta. Namun hampir sama dengan nasib ribuan sesamanya, mereka hanya bisa bernafkah di sektor nonformal, seperti tukang sayur, tukang parkir, supir tembak, dan pekerja pabrik.
Memiliki 2 ruang kelas dan 1 kantor, TK Mawar II adalah buah dari pelayanan gigih Bapak Baharuddin. Pria paruh baya berpenampilan sederhana ini, delapan tahun yang lalu merasa prihatin dengan minimnya akses pendidikan bagi kanak-kanak di kawasan itu. Dimulai dari teras rumah, program belajar sederhana berupa calistung (baca, tulis, hitung) diajarkan bagi sejumlah anak.
Berkat dana swadaya dan bantuan dari sana-sini, bimbingan belajar itu menjelma menjadi satu Taman Kanak-kanak bernama Mawar II, terdiri dari TK-A, TK-B, dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang baru dibuka.
Saat ini, tercatat ada 65 siswa TK dan 42 PAUD. Uang sekolah dengan biaya minim dikenakan bagi orang tua siswa yang bersedia; sedangkan bagi yang tidak mampu, tidak dipaksakan. “Bagi saya, yang penting anak-anak sekitar sini bisa sekolah, dan bisa keluar dari kemiskinan,” tutur Pak Baharuddin dengan suara terbata.
Rasa haru pun menyeruak kala pria yang 2 anak perempuannya memutuskan keluar dari pekerjaan tetap dan menjadi guru di TK tersebut menyampaikan kata sambutan. Pria berprofesi satpam itu mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Sahabat Anak yang menyalurkan asupan nutrisi rutin bagi seluruh siswa TK Mawar II, serta kehadiran para sahabat dari Oxygen yang menyerahkan bantuan paket, terdiri dari tas sekolah, peralatan tulis, dan peralatan mandi.
Keriangan memuncak, kala diadakan permainan tradisional Cabut Singkong, Tikus Kucing, dan Ular Naga – di mana kakak-kakak dari Sahabat Anak dan Oxygen bergabung bersama adik-adik. Setelah itu, bubur kacang hijau dan susu dibagikan ke seluruh siswa. Terkuras energi pasca sesi permainan, hampir semua siswa menghabiskan asupan nutrisi itu hingga tandas.
Jabatan tangan serta ucapan terima kasih pun berepetisi dari mulut-mulut mungil mereka, kala berbaris rapi keluar dari teras TK. Ucapan tulus dengan tatapan polos dari bola mata yang jernih, juga ditujukan bagi Anda, para Sahabat, yang telah turut berpartisipasi dalam program NUTRISI UNTUK SAHABATKU ini.
Masih ada ribuan anak lain di area Jabodetabek yang akan terus kami distribusikan asupan nutrisi. Kami tunggu partisipasi Anda.
Leave a Comment so far
Leave a comment






