Nutrisi Untuk Sahabatku


Laporan Jambore Sahabat Anak XIV : HEBOH
July 23, 2010, 7:58 am
Filed under: 1

Itulah kata yang menggambarkan kemeriahan Jambore Sahabat Anak ke XIV tanggal 10-11 Juli 2010 lalu. Selama dua hari satu malam, hampir 700 orang anak marjinal dan sekitar 350 orang relawan berkumpul di Bumi Perkemahan Ragunan. Selama dua hari satu malam, para peserta diberi kesempatan untuk bermain dan belajar mengenai hak-hak anak atas makanan sehat bernutrisi. Berikut adalah sebagian kisahnya:

Hari 1 (10 Juli 2010)

Bis-bis yang membawa adik-adik peserta usia 8 – 16 tahun hadir dari 16 wilayah Jabodetabek seperti Tanah Abang, Depok, Cijantung, Kebon Singkong dan Grogol mulai berdatangan di Ragunan sejak jam 5.30 pagi.

Para panitia yang telah bergadang di lokasi sejak sehari sebelumnya, menyambut kedatangan peserta yang hadir dengan kostum sayur-sayuran sesuai nama kelompok tenda mereka. Labu, wortel, bayam dan terong pun adu penampilan dengan berbagai kostum yang melambangkan nama masing-masing sayuran.

Acara resmi dibuka pada jam 8 pagi dihadiri oleh Pak Harry Hikmat, pejabat Ditjen Anak Kementerian Sosial yang turut bernyanyi dan menari dengan para peserta. Kak Harry – begitu beliau mau dipanggil – menyambut baik kegiatan Jambore Sahabat Anak. Beliau pun berpesan kepada adik-adik untuk terus rajin belajar dan mengejar cita-cita.

Setelah jambore resmi dibuka, berbagai kegiatan workshop pun berlangsung. Ada workshop air bersih dari Danone AQUA, edukasi gizi serta berbagai stand makanan sehat dan kebiasaan higinis seperti mencuci tangan dan menyikat gigi. Keseluruh acara yang padat itu tidak melunturkan semangat adik-adik untuk mengikuti sesi dari Chef Bara Patiradjawane yang membawakan demo masak makanan bergizi dari bahan-bahan sederhana.

Selesai berbagai macam workshop, berbagai kegiatan lomba seperti menghias tenda dan outbond pun diadakan selepas istirahat sejenak. Kegiatan hari pertama yang panjang pun ditutup oleh Panggung Hiburan yang dimeriahkan oleh Aji ‘Idol’, Dongeng Kak Awam, sulap dari Russel ‘The Master’ dan Nafsah band. Tak lupa ada hiburan dadakan dari Tim Humas Sahabat Anak yang menerima tantangan dari seorang donatur di mana sebuah lagu dinyanyikan di panggung, maka donasi senilai Rp 5.000.000,- dikucurkan sebagai program follow-up yakni Nutrisi untuk Sahabatku (http://nutrisiuntuksahabatku.wordpress.com).

Sayangnya acara ditutup lebih awal karena masalah teknis dengan kelistrikan. L L Yah apa boleh buat, adik-adik akhirnya kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat.

Hari kedua (11 Juli 2010)

Suasana pagi hari dipanaskan oleh acara senam pagi bersama yang dipimpin oleh Kak Yo sebagai instruktur. Para peserta bergoyang sehat dengan berbagai gaya seperti gaya mencuci baju, menjemur baju dan menyetrika. Gaya special hanya di JSA!

Selepas sarapan dan mandi pagi, peserta kembali berkompetisi dalam lomba masak dan estafet. Lomba masak sangat menarik perhatian. Para peserta, dibantu oleh para sukarelawan membuat berbagai hidangan lezat dari bahan-bahan sederhana seperti kentang dan pisang. Hasil masakan dari peserta akan dilombakan dan bagi para tamu yang hadir, dapat mencoba makanan yang dibuat peserta dalam bazaar JSA.

Suasana bazaar menjadi sangat riuh dan meriah. Tiap kelompok bersemangat mempromosikan dagangan mereka yang bisa dibeli menggunakan kupon bazaar JSA. Para tamu yang hadir pun sangat puas menikmati hasil masakan dari bahan sederhana tersebut. Sebanyak 20% dari dana hasil penjualan bazaar disisihkan untuk pembangunan kembali rumah belajar Kebon Singkong yang terbakar bulan lalu. Terima kasih untuk para Sahabat yang ikut serta dalam bazaar, sambil menikmati makanan lezat, kita juga bisa mendukung adik-adik Kebon Singkong yang terkena musibah.

Akhirnya kegiatan dua hari pun tiba pada rangkaian terakhir. Sebelum peserta kembali ke rumah masing-masing mereka dihibur Panggung Penutupan. Sambil satu demi satu kelompok pemenang aneka lomba disebutkan, peserta dihibur oleh yel-yel kreatif dari masing-masing tenda, peniruan alat musik dengan mulut yang seru abis oleh Indo Beatbox, kelompok musik akustik dari Rumah Singgah Kemala Hijau Cijantung, dan Band Rawinala (panti anak-anak tuna ganda).

Setelah nama-nama pemenang disebutkan, satu demi satu adik-adik menaiki bis untuk kembali ke rumah dihantar oleh para pendamping yang telah bersama-sama selama dua hari satu malam. Perpisahan berlangsung mengharukan, karena ada kakak-kakak dan adik-adik yang enggan berpisah setelah berkumpul dengan sangat dekat selama hari Sabtu dan Minggu.

Volunteer Sharing Session

Sepeninggal adik-adik, masih ada satu acara lagi buat para volunteer yang menjadi pendamping. Mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman yang menarik selama dua hari satu malam. Panitia pun

menjelaskan kepada para volunteer – terutama mereka yang baru kali ini ikut serta dalam JSA – gerakan Sahabat Anak yang terus didengungkan sejak tahun 1997.

Sahabat Anak mendorong para volunteer yang ingin menjadi Sahabat bagi anak-anak marjinal untuk mengambil peran aktif baik melalui Sahabat Anak, maupun organisasi sejenis di dekat lingkungan tempat mereka berada. Di antaranya adalah TK Mawar dan HOPE yang berlokasi di wilayah Kebon Singkong.

Tak terasa acara pun berakhir. Kembali penampilan dari remaja jalanan Cijantung yang berlatih musik (gitar & jimbe) di Rumah Singgah Kemala Hijau menutup acara dengan menggoyang para volunteer sebelum semuanya kembali ke rumah masing-masing dengan membawa kenangan berharga sebagai Sahabat.

Sampai jumpa di Jambore Sahabat Anak tahun depan!

Untuk melihat foto-foto kemeriahan Jambore silahkan klik : www.sahabatanak.com




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.