Filed under: 1
Kakak-Kakak Sahabat Anak yang terkasih,
Terima kasih atas perhatian dan kepercayaannya kepada kami. Sungguh kami tidak pernah menyangka bahwa suatu hari ada support dalam bentuk bantuan nutrisi kepada anak-anak asuhan kami.
Jumlah anak-anak yang ikut Bimbel (Bimbingan Belajar) di Kebayoran Lama berkisar 60-80 anak usia 6-14 tahun. Mereka berasal dari kaum marginal di daerah pinggiran rel kereta api Kebayoran Lama; dengan latar belakang orang tua yang bekerja sebagai ojek, pemulung, joki 3in1, atau pedagang asongan. Seorang teman bernama Dominique, mencari tempat supaya anak-anak ini bisa mendapatkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah. Kegiatan yang kami lakukan sudah berjalan kurang lebih 5 bulan. Dapat kami lihat perubahan positif dari anak-anak. Mereka jadi lebih mudah diatur dan semakin antusias datang tiap Sabtu, bahkan bisa lebih baik dalam membaca.
Selain pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Art & Craft, serta Matematika; kami juga memberikan pelajaran moral (pengembangan karakter) setiap kali pertemuan. Di samping itu, sebulan sekali kami memberikan presentasi tentang kesehatan dan kebersihan.
Nutrisi yang sehat dan bergizi juga merupakan program kami. Setiap pertemuan, disiapkan susu, jelly, roti, biskuit gandum, dan lainnya. Oleh karena itu, betapa bersyukurnya kami ketika SAHABAT ANAK menawarkan donasi berupa asupan nutrisi rutin bagi anak-anak, sebagai bagian dari Program NUTRISI UNTUK SAHABATKU (NUS). Terharunya lagi, dana ini berasal dari partisipasi publik yang merespon program mulia tersebut.
Sabtu 9 Oktober merupakan minggu pertama program NUS di Kebayoran Lama. Sahabat Anak menghadirkan seorang pendongeng yang luar biasa! Trims untuk Kak Awam! Adik-adik bagai dihipnotis oleh gerak dan lagu serta pesan dalam cerita yang memikat. Terima kasih juga untuk kakak-kakak dari Sahabat Anak: Walter, Simsim, Aiwa, Maretha, Gita, dan Vina. Trims banget yah untuk perhatiannya. Nutrisi pada saat itu berupa buah pepaya, nanas, dan pisang yang dipotong kecil-kecil dan dijadikan satu. Tak lupa susu cair yang langsung diseruput tandas oleh adik-adik.
Untuk Sabtu depan tanggal 16 Oktober, kami akan menyiapkan jelly yang baik untuk perncernaan serta buah apel yang kaya akan vitamin.
Sekali lagi, terima kasih untuk semua kebaikan Sahabat Anak. Mari kita selalu bekerja sama untuk menolong anak-anak karena mereka adalah penerus bangsa kita.
Salam,
Visyen Sudjana
Pengajar Bimbel Kebayoran Lama
Pastikan semakin banyak anak-anak marjinal area jabodetabek mendapatkan asupan nutrisi rutin dalam Program NUTRISI UNTUK SAHABATKU (NUS). Donasi Rp 50.000 untuk 1 anak yang membutuhkan.
![]() |
Filed under: 1
Program NUTRISI UNTUK SAHABATKU (NUS) yang terus berlanjut sepanjang tahun 2010 ini, kembali digelar. Kali ini adik-adik dari keluarga prasejahtera di kawasan Tanjung Priok (Stadion Tugu & Beting) yang mendapat giliran.
Bertepatan dengan Bulan Ramadhan, maka program NUS bagi sekitar 40 adik diadakan perdana pada hari Minggu 22 Agustus 2010, mulai pukul 17 hingga waktunya bukber (buka puasa bersama).
Lokasi yang sedianya di Stadion Tugu, karena satu dan lain hal dipindahkan ke salah satu rumah warga. Alhasil, sebagian adik dan belasan voluntir harus rela berada di teras dan halaman gang, memberi tempat bagi adik-adik berada di dalam rumah. Menu berupa nasi, telur balado, dan sayur bayam yang disiapkan oleh nenek dari Lala (salah satu adik) terasa istimewa karena diolah tanpa MSG!
Dalam kesempatan tersebut, adik-adik yang sebagian mengamen dan menjadi buruh proyek ini kembali diingatkan komitmen yang mereka ikrarkan saat Jambore Sahabat Anak bulan Juli lalu – seperti mengurangi gorengan atau banyak minum air putih.
Voluntir pendamping yang datang mengeluarkan bawaan mereka seperti perkedel, kacang hijau, kurma, bolu, puding, pisang, susu, dan es buah. Wah, semua yang hadir jadi kekenyangan dengan berlimpahnya makanan dan penyegar yang sehat bergizi. Semangat persahabatan memang selalu mampu menghadirkan keceriaan.
Diceritakan kembali oleh Lanny & Vicky
Filed under: 1
Itulah kata yang menggambarkan kemeriahan Jambore Sahabat Anak ke XIV tanggal 10-11 Juli 2010 lalu. Selama dua hari satu malam, hampir 700 orang anak marjinal dan sekitar 350 orang relawan berkumpul di Bumi Perkemahan Ragunan. Selama dua hari satu malam, para peserta diberi kesempatan untuk bermain dan belajar mengenai hak-hak anak atas makanan sehat bernutrisi. Berikut adalah sebagian kisahnya:
Hari 1 (10 Juli 2010)
Bis-bis yang membawa adik-adik peserta usia 8 – 16 tahun hadir dari 16 wilayah Jabodetabek seperti Tanah Abang, Depok, Cijantung, Kebon Singkong dan Grogol mulai berdatangan di Ragunan sejak jam 5.30 pagi.
Para panitia yang telah bergadang di lokasi sejak sehari sebelumnya, menyambut kedatangan peserta yang hadir dengan kostum sayur-sayuran sesuai nama kelompok tenda mereka. Labu, wortel, bayam dan terong pun adu penampilan dengan berbagai kostum yang melambangkan nama masing-masing sayuran.
Acara resmi dibuka pada jam 8 pagi dihadiri oleh Pak Harry Hikmat, pejabat Ditjen Anak Kementerian Sosial yang turut bernyanyi dan menari dengan para peserta. Kak Harry – begitu beliau mau dipanggil – menyambut baik kegiatan Jambore Sahabat Anak. Beliau pun berpesan kepada adik-adik untuk terus rajin belajar dan mengejar cita-cita.
Setelah jambore resmi dibuka, berbagai kegiatan workshop pun berlangsung. Ada workshop air bersih dari Danone AQUA, edukasi gizi serta berbagai stand makanan sehat dan kebiasaan higinis seperti mencuci tangan dan menyikat gigi. Keseluruh acara yang padat itu tidak melunturkan semangat adik-adik untuk mengikuti sesi dari Chef Bara Patiradjawane yang membawakan demo masak makanan bergizi dari bahan-bahan sederhana.
Selesai berbagai macam workshop, berbagai kegiatan lomba seperti menghias tenda dan outbond pun diadakan selepas istirahat sejenak. Kegiatan hari pertama yang panjang pun ditutup oleh Panggung Hiburan yang dimeriahkan oleh Aji ‘Idol’, Dongeng Kak Awam, sulap dari Russel ‘The Master’ dan Nafsah band. Tak lupa ada hiburan dadakan dari Tim Humas Sahabat Anak yang menerima tantangan dari seorang donatur di mana sebuah lagu dinyanyikan di panggung, maka donasi senilai Rp 5.000.000,- dikucurkan sebagai program follow-up yakni Nutrisi untuk Sahabatku (http://nutrisiuntuksahabatku.wordpress.com).
Sayangnya acara ditutup lebih awal karena masalah teknis dengan kelistrikan. L L Yah apa boleh buat, adik-adik akhirnya kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat.
Hari kedua (11 Juli 2010)
Suasana pagi hari dipanaskan oleh acara senam pagi bersama yang dipimpin oleh Kak Yo sebagai instruktur. Para peserta bergoyang sehat dengan berbagai gaya seperti gaya mencuci baju, menjemur baju dan menyetrika. Gaya special hanya di JSA!
Selepas sarapan dan mandi pagi, peserta kembali berkompetisi dalam lomba masak dan estafet. Lomba masak sangat menarik perhatian. Para peserta, dibantu oleh para sukarelawan membuat berbagai hidangan lezat dari bahan-bahan sederhana seperti kentang dan pisang. Hasil masakan dari peserta akan dilombakan dan bagi para tamu yang hadir, dapat mencoba makanan yang dibuat peserta dalam bazaar JSA.
Suasana bazaar menjadi sangat riuh dan meriah. Tiap kelompok bersemangat mempromosikan dagangan mereka yang bisa dibeli menggunakan kupon bazaar JSA. Para tamu yang hadir pun sangat puas menikmati hasil masakan dari bahan sederhana tersebut. Sebanyak 20% dari dana hasil penjualan bazaar disisihkan untuk pembangunan kembali rumah belajar Kebon Singkong yang terbakar bulan lalu. Terima kasih untuk para Sahabat yang ikut serta dalam bazaar, sambil menikmati makanan lezat, kita juga bisa mendukung adik-adik Kebon Singkong yang terkena musibah.
Akhirnya kegiatan dua hari pun tiba pada rangkaian terakhir. Sebelum peserta kembali ke rumah masing-masing mereka dihibur Panggung Penutupan. Sambil satu demi satu kelompok pemenang aneka lomba disebutkan, peserta dihibur oleh yel-yel kreatif dari masing-masing tenda, peniruan alat musik dengan mulut yang seru abis oleh Indo Beatbox, kelompok musik akustik dari Rumah Singgah Kemala Hijau Cijantung, dan Band Rawinala (panti anak-anak tuna ganda).
Setelah nama-nama pemenang disebutkan, satu demi satu adik-adik menaiki bis untuk kembali ke rumah dihantar oleh para pendamping yang telah bersama-sama selama dua hari satu malam. Perpisahan berlangsung mengharukan, karena ada kakak-kakak dan adik-adik yang enggan berpisah setelah berkumpul dengan sangat dekat selama hari Sabtu dan Minggu.
Volunteer Sharing Session
Sepeninggal adik-adik, masih ada satu acara lagi buat para volunteer yang menjadi pendamping. Mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman yang menarik selama dua hari satu malam. Panitia pun
menjelaskan kepada para volunteer – terutama mereka yang baru kali ini ikut serta dalam JSA – gerakan Sahabat Anak yang terus didengungkan sejak tahun 1997.
Sahabat Anak mendorong para volunteer yang ingin menjadi Sahabat bagi anak-anak marjinal untuk mengambil peran aktif baik melalui Sahabat Anak, maupun organisasi sejenis di dekat lingkungan tempat mereka berada. Di antaranya adalah TK Mawar dan HOPE yang berlokasi di wilayah Kebon Singkong.
Tak terasa acara pun berakhir. Kembali penampilan dari remaja jalanan Cijantung yang berlatih musik (gitar & jimbe) di Rumah Singgah Kemala Hijau menutup acara dengan menggoyang para volunteer sebelum semuanya kembali ke rumah masing-masing dengan membawa kenangan berharga sebagai Sahabat.
Sampai jumpa di Jambore Sahabat Anak tahun depan!
Untuk melihat foto-foto kemeriahan Jambore silahkan klik : www.sahabatanak.com
Filed under: 1
Makanan Sehat VS Jajajan
Program Nutrisi untuk Sahabatku alias NUS kali ini menyambangi adik-adik di lokasi bongkaran Manggarai. Sabtu sore (23/05/2010) itu sejak pukul 14, air bak tercurah dari langit. Namun sejam kemudian, cuaca seakan berpihak pada kami, karena langit kembali cerah sebelum jam 15.
Di teras Mushola Al Fallah, adik-adik Manggarai berdatangan dan duduk manis, siap untuk belajar. Mereka tidak tahu bahwa akan kedatangan kakak-kakak Tim NUS guna mengkampanyekan program utama Sahabat Anak sepanjang tahun 2010 itu.
Setelah mereka belajar seperti biasa, acara ditutup dengan story-telling dari Kak Merlinda yang bercerita tentang kehidupan hewan amfibi katak. Dibantu buku bergambar, adik-adik mendapatkan wawasan bagaimana metamorfosis katak, bagaimana bertahan hidup, bagaimana lingkungan tinggalnya, dan apa saja makanan katak.
Sehubungan poin makanan, usai story-telling katak, tiba giliran Kak Lina mewakili Tim NUS menyampaikan tujuan dari program yang bergulir sejak 25 Januari 2010 tersebut (Hari Gizi Nasional). Adik-adik disampaikan akan pentingnya makanan bernutrisi yang harus dipenuhi dalam konsumsi sehari-hari. Sayur yang sering dihindari karena rasanya tidak enak, kembali diingatkan gizinya. Juga slogan “Makanan Sehat Tak Harus Mahal”, diberikan contoh bahwa protein dari daging bisa digantikan dengan telur, tahu, atau tempe.
Hampir semua adik tersenyum malu saat Kak Lina meminta untuk mengurangi jajan gorengan, vetsin/MSG, jajanan yang mengandung pewarna dan pemanis buatan. Orang tua yang kebetulan berada di dekat area pun ikut mengiyakan, saat diperingatkan oleh kakak-kakak pengajar.
Kami sendiri teringat pada bulan Februari lalu, ketika kakak-kakak pengajar SA Manggarai memulai riset kecil-kecilan tentang pola jajan adik-adik. Mayoritas jajanan mereka ternyata cemilan seperti produk chiki, es orzon, dan nugget-nugetan. Sejak itulah kami selalu rajin memonitor apa saja yang mereka jajankan dan memberikan contoh jajanan sehat.
Kedatangan Tim NUS sore itu menawarkan hal yang sama kepada adik-adik, termasuk orang tua mereka. Bagaimana memberikan makanan sehat ke tubuh kita dan apa manfaatnya. Kalau selama ini mereka mengangkap makan asal kenyang, setidaknya pada sore itu, mereka sadar dan tahu bahwa makanan yang bernutrisi itu tak perlu mahal.
Susu botol yang dibawa Tim NUS dan bubur kacang ijo hangat buatan Kak Ari, dibagikan kepada adik-adik yang hadir, juga kepada orang tua yang kebetulan berada di dekat kami. Kiranya pesan nutrisi ini boleh mereka sampaikan ke teman-teman sekolahnya; berharap juga emak-emak mereka kian sadar dan tertarik untuk merubah menu bekal bagi buah hatinya. Dua item nutrisi yang dibagikan sore itu, menjadi bukti nyata bahwa makanan sehat tidak mahal dan mudah didapat. Jauh lebih murah namun jauh lebih bergizi daripada junk food yang menggiurkan (dan sayangnya dianggap bergengsi).
Terima kasih buat Kak Lina, Kak Simbur, Kak Rani, dan Kak Dono yang sudah mampir ke Manggarai. Hujan dan mendung tak menyurutkan niat baik kalian.
Terima kasih juga buat kakak-kakak voluntir pengajar yang sudah datang: Kak Melinda, Kak Mario, Kak Arwinto, Kak Liana, Kak Asih, Kak Grace, Kak Romey, dan Kak Ari. Sepanjang area bongkaran Manggarai belum digusur, masih ada adik-adik yang rindu untuk terus belajar, dan kiranya kita tetap setia ya.
Oleh Sisca Tuning, voluntir pengajar Sahabat Anak Manggarai.
Filed under: 1
Program Nutrisi Untuk Sahabat (NUS) terus bergulir. Minggu, tanggal 2 Mei 2010 merupakan giliran Sahabat Anak (SA) Gambir yang mendapat jatah makanan bernutrisi. Kegiatan yang berlangsung di Taman Monas ini dimulai pukul 3 sore. Acara diawali dengan bernyanyi dan penyampaian sedikit pengetahuan tentang apa itu makanan bernutrisi. Sesudah itu dilanjutkan dengan dongeng Kak Awam. Dongeng K Awam sanggup menarik perhatian khusus adik-adik binaan. Mereka sangat antusias mendengar dongeng dari Kak Awam hingga meminta Kak Awam untuk memberikan satu cerita dongeng lagi untuk mereka. Tampaknya adik-adik sudah tidak sabar untuk bertemu Kak Awam kembali di Jambore Sahabat Anak ke XIV di Ragunan 10-11 Juli 2010.
Acara bertambah meriah dengan diadakannya perayaan ulang tahun adik-adik Gambir. SA Gambir merayakan adik- adik yang berulang tahun di bulan April kemarin. Adapun adik-adik Gambir yang berulang tahun di bulan April adalah Siska, Iis, Dewi dan Yanti. Berbagai harapan mulia mereka panjatkan. Dewi berharap bisa membahagiakan orang tuanya, Siska berharap bisa tetap sekolah dan Iis berharap bisa menjadi orang yang pintar. Hal mengharukan sempat terjadi ketika Iis memberikan potongan kue pertamanya untuk ibunya tercinta. Jelas terlihat betapa Iis sangat menyayangi dan menghormati sang ibu. Sebagai catatan khusus, Iis memang seorang anak yatim alias tidak mempunyai ayah. Adegan ini juga menyentuh hati adik-adik, para orang tua bahkan kakak2 volunteer yang hadir pada acara ini.
Tibalah saat pembagian makanan bernutrisi. Adik-adik duduk dengan manis sambil menunggu kakak2 mengantarkan makanan bernutrisi yang telah disiapkan. Menu nutrisi SA Gambir seperti lontong isi wortel kentang, tahu telur, bubur kacang ijo, pudding jagung dilahap dengan semangat oleh adik-adik. Sebagai penutup, kakak-kakak telah menyiapkan es buah yang segar dan tak ketinggalan sebotol kecil susu bagi tiap adik.
Demikianlah pembagian nutrisi SA Gambir yang telah berlangsung lancar meskipun pada awalnya cuaca agak sedikit mendung. Terima kasih kepada para sahabat yang telah menyisihkan sebagian waktu, dana, dan tenaganya hingga mampu mewujudkan Program NUS bagi SA Lokal Gambir. Semoga adik-adik merasakan manfaat berkepanjangan dari program ini. (Dina-Pengajar Gambir)

















